Mitra

    Cara SI Mengemas GPU Lokal ke dalam Penawaran Proyek AI

    Panduan bagi system integrator untuk menempatkan GPU lokal dalam proposal proyek AI: pilihan model paket, penyusunan asumsi sizing, dan checklist sebelum penawaran dikirim.

    Dalam penawaran proyek AI, system integrator (SI) sebaiknya mencantumkan GPU lokal di tiga bagian: arsitektur pada proposal teknis, baris biaya pada rincian harga, dan bukti lokasi pemrosesan pada lampiran kepatuhan. Pilihan model paket, apakah GPU dimasukkan ke dalam solusi atau dituliskan terpisah, bergantung pada pihak yang ingin dijadikan klien sebagai penanggung jawab tunggal.

    Di bagian mana GPU lokal dicantumkan dalam penawaran proyek AI?

    GPU lokal dicantumkan di tiga bagian penawaran. Pada proposal teknis, GPU digambarkan sebagai lapisan komputasi di diagram arsitektur. Pada rincian harga, GPU tampil sebagai baris biaya tersendiri atau bagian dari paket. Pada lampiran kepatuhan, GPU menjadi bukti lokasi pemrosesan. Jika salah satu bagian tidak terisi, evaluator umumnya akan mengajukan pertanyaan klarifikasi.

    Banyak penawaran hanya menyebut GPU di rincian harga. Akibatnya, tim IT klien tidak mengetahui di mana workload dijalankan, dan tim kepatuhan tidak memiliki dokumen untuk diperiksa. Per Oktober 2026, pola penulisan yang lazim adalah sebagai berikut:

    Bagian penawaran Yang dicantumkan tentang GPU Bukti yang dilampirkan
    Proposal teknis: arsitektur Lapisan komputasi, lokasi data center, model yang di-deploy, alur data dari aplikasi hingga inference Diagram arsitektur dan diagram alur data per komponen
    Proposal teknis: sizing Jenis GPU, jumlah awal, dan asumsi workload yang digunakan Tabel asumsi sizing dan rencana validasi melalui POC
    Rincian harga Baris komputasi atau paket solusi, mata uang tagihan, dan periode kontrak Struktur biaya per fase (POC, go-live, operasional)
    Lampiran kepatuhan Entitas penyedia infrastruktur, sertifikasi, dan posisinya sebagai sub-prosesor Sertifikat ISO/IEC 27001:2022, daftar sub-prosesor, dan pernyataan lokasi
    Lampiran operasional Monitoring, snapshot, restore, dan jalur eskalasi incident Matriks tanggung jawab dan kontak eskalasi

    Apakah GPU sebaiknya dimasukkan ke dalam paket solusi atau ditulis terpisah?

    Tiga cara mengemas GPU lokal ke dalam penawaran: paket, line item terpisah, dan kontrak langsung

    Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua proyek. Model paket sesuai bagi klien yang menginginkan satu kontrak dan satu tagihan. Line item terpisah sesuai bagi klien yang ingin melihat biaya komputasi secara transparan. Kontrak langsung antara klien dan penyedia infrastruktur sesuai bagi klien yang kebijakan pengadaannya mewajibkan hal tersebut. Pada ketiga model, SI tetap memimpin solusi.

    Model Sesuai untuk Keuntungan bagi SI Hal yang perlu diperhatikan
    Paket: GPU termasuk dalam harga solusi atau managed service Klien yang menginginkan satu kontrak dan satu titik pertanggungjawaban SI memegang hubungan dengan klien secara penuh dan menentukan sendiri struktur harganya SI menanggung risiko apabila sizing awal tidak tepat, sehingga asumsi sizing perlu dituliskan dengan jelas
    Line item terpisah pada rincian harga Pengadaan yang meminta rincian per komponen, misalnya tender dengan evaluasi harga per item Evaluator mudah membandingkan, dan pembahasan harga tidak menyentuh nilai jasa SI Baris komputasi perlu disertai deskripsi teknis, tidak cukup hanya "sewa GPU"
    Kontrak langsung antara klien dan penyedia infrastruktur, dengan SI sebagai pemimpin solusi Klien dengan kebijakan vendor infrastruktur yang terpisah Risiko kapasitas tidak tercatat di neraca SI Matriks tanggung jawab harus jelas agar klien mengetahui pihak yang perlu dihubungi

    Apa pun modelnya, SI perlu menyepakati model paket dengan penyedia infrastruktur sebelum menyusun rincian harga. Mengubah model setelah penawaran diajukan biasanya membuat negosiasi harus dibuka kembali.

    Bagaimana menuliskan sizing GPU tanpa menjanjikan angka performa?

    Sizing sebaiknya ditulis sebagai asumsi, bukan sebagai janji. Cantumkan model yang akan di-deploy, ukuran dokumen atau percakapan, perkiraan jumlah pengguna bersamaan, dan jam operasional, lalu nyatakan bahwa angka final akan divalidasi melalui POC. Dengan demikian, evaluator dapat melihat dasar perhitungannya, dan SI tidak terikat pada angka yang belum diuji.

    Pemilihan GPU umumnya ditentukan oleh kebutuhan VRAM model. Model open-weight yang lebih besar memerlukan GPU dengan memory lebih besar, sedangkan model yang lebih kecil dapat berjalan pada GPU di kelas yang lebih rendah. Panduan memilih model untuk dokumen berbahasa Indonesia tersedia di panduan memilih model open-weight untuk ekstraksi dokumen.

    Tabel asumsi sizing yang baik memuat enam hal berikut:

    1. Use case dan model yang digunakan, termasuk versinya.
    2. Profil input: rata-rata panjang dokumen, panjang prompt, atau durasi audio.
    3. Perkiraan jumlah pengguna bersamaan saat peak load, sesuai informasi dari klien.
    4. Jam operasional dan kebutuhan lingkungan staging yang terpisah.
    5. Data yang disimpan: lokasi storage, masa retensi log, dan jadwal snapshot.
    6. Kriteria lulus POC yang disepakati bersama klien.

    Angka throughput dan waktu respons sebaiknya tidak dicantumkan dalam penawaran sebelum POC dijalankan, karena angka semacam itu kerap dikutip kembali dalam kontrak.

    Apa saja yang harus ada di lampiran kepatuhan?

    Lampiran kepatuhan berfungsi membuktikan lokasi pemrosesan dan posisi hukum penyedia infrastruktur. Isi minimalnya adalah nama dan alamat entitas, lokasi data center, sertifikat keamanan informasi, posisi penyedia sebagai sub-prosesor, serta diagram alur data. Dengan lampiran ini, pertanyaan tim kepatuhan sudah terjawab sebelum diajukan.

    Per Oktober 2026, ada dua dasar regulasi yang membuat lampiran ini semakin penting:

    • PP 33/2026 mewajibkan prosesor data pribadi memperoleh persetujuan tertulis dari pengendali data pribadi sebelum melibatkan prosesor lain. Peraturan ini diundangkan pada 16 Juli 2026 dan berlaku mulai 16 Januari 2027. Apabila SI berperan sebagai prosesor, penyedia GPU termasuk sub-prosesor yang harus disetujui klien.
    • PP 71/2019 mewajibkan penyelenggara sistem elektronik lingkup publik untuk mengelola, memproses, dan menyimpan sistem serta data elektronik di wilayah Indonesia, kecuali apabila teknologinya belum tersedia di dalam negeri. Bagi klien instansi pemerintah, bukti lokasi pemrosesan merupakan kebutuhan pokok, bukan pelengkap.

    Untuk klien bank, POJK 11/POJK.03/2022 mensyaratkan izin OJK sebelum bank menempatkan sistem elektronik di luar negeri. Cara menyusun jawaban residensi data secara lengkap dibahas di panduan menjawab pertanyaan residensi data di RFP.

    Kesalahan apa yang paling sering melemahkan penawaran?

    Kesalahan yang paling umum adalah klaim lokasi yang tidak konsisten. Penawaran menyatakan "data tetap berada di Indonesia", padahal logging, tracing, atau fallback model ternyata menggunakan layanan di luar negeri. Evaluator yang cermat akan menemukannya pada diagram atau daftar sub-prosesor, dan kepercayaan terhadap penawaran secara keseluruhan ikut menurun.

    Kesalahan lain yang kerap muncul:

    1. Sizing disusun tanpa profil workload, sehingga angkanya sulit dipertanggungjawabkan saat klarifikasi.
    2. Penawaran menyatakan bahwa penyedia infrastruktur "mengurus kepatuhan", padahal DPIA dan dasar hukum pemrosesan tetap menjadi tanggung jawab klien.
    3. POC dijalankan di lingkungan yang berbeda dari produksi, sehingga hasilnya tidak berlaku setelah go-live.
    4. Tagihan komputasi dalam dolar dimasukkan ke kontrak Rupiah multi-tahun, sehingga selisih kurs menjadi risiko SI.
    5. Tidak ada rencana handover maupun jalur eskalasi incident yang mencantumkan nama kontak.

    Checklist sebelum penawaran dikirim

    1. Diagram arsitektur menunjukkan lokasi setiap komponen, termasuk logging dan monitoring.
    2. Model paket (paket, line item, atau kontrak langsung) telah disepakati dengan penyedia infrastruktur.
    3. Tabel asumsi sizing tersedia, dan kriteria lulus POC tertulis.
    4. Tidak ada angka throughput, waktu respons, atau uptime yang belum diuji.
    5. Daftar sub-prosesor lengkap, beserta entitas hukum dan lokasinya.
    6. Sertifikat ISO/IEC 27001:2022 milik penyedia infrastruktur dilampirkan, lengkap dengan nomor dan masa berlakunya.
    7. Mata uang tagihan komputasi sama dengan mata uang kontrak klien.
    8. Matriks tanggung jawab SI, klien, dan penyedia infrastruktur dilampirkan. Contohnya tersedia di pembagian peran SI dan penyedia infrastruktur.

    Di mana IONext berperan

    IONext menyediakan lapisan komputasi di bawah solusi SI dari Jakarta. Pilihan GPU yang tersedia adalah NVIDIA RTX PRO 6000 Blackwell Server Edition 96GB dan NVIDIA L40S 48GB, ditambah managed inference untuk model open-weight melalui API yang kompatibel dengan OpenAI. Workload dikelola melalui ORBIT, sementara IONA membantu memantau kondisi production. Spesifikasi lengkap tersedia di halaman GPU IONext.

    Untuk keperluan penawaran, IONext menyiapkan paket kepatuhan untuk due diligence klien, yang mencakup entitas PT Data Awan Nusantara, sertifikat ISO/IEC 27001:2022 dari TÜV NORD (no. 01 07 E 26000410), dan penagihan dalam Rupiah. Rinciannya tersedia di halaman trust dan kepatuhan IONext. IONext juga mendampingi proses sizing dan POC pada infrastruktur yang sama dengan produksi.

    Terdapat batasan peran yang perlu dipahami. IONext tidak menyusun penawaran SI, tidak menentukan harga jual SI kepada klien, tidak menyusun DPIA klien, dan tidak dapat menjamin lokasi komponen yang dijalankan SI di luar IONext.

    SI yang sedang menyiapkan penawaran proyek AI dapat memulai melalui Program Mitra IONext. Untuk mencoba ORBIT dan IONA terlebih dahulu, silakan mendaftar akun di console IONext.

    FAQ

    Apakah SI boleh menjual ulang GPU IONext sebagai bagian dari paket solusinya sendiri? Program Mitra IONext dirancang agar SI tetap memegang hubungan dengan klien. Model paket, termasuk memasukkan GPU ke dalam harga solusi, dibahas per proyek setelah sizing. Informasi awal tersedia di halaman Program Mitra.

    Apakah penyedia GPU harus dicantumkan dalam daftar sub-prosesor di penawaran? Ya, apabila penyedia GPU turut memproses data pribadi atas nama SI. Menurut PP 33/2026, prosesor memerlukan persetujuan tertulis dari pengendali sebelum melibatkan prosesor lain. Posisi masing-masing pihak sebaiknya dikonfirmasi dengan tim hukum klien.

    Apakah angka performa GPU perlu dicantumkan dalam proposal teknis? Sebaiknya yang dicantumkan adalah asumsi sizing dan kriteria lulus POC, bukan angka performa. Angka yang belum diuji pada workload klien berisiko dikutip kembali dalam kontrak.

    Sumber

    Artikel ini berisi informasi umum dan bukan merupakan nasihat hukum. Kewajiban spesifik pada setiap proyek perlu dikonfirmasi dengan tim hukum dan kepatuhan klien.

    IONext adalah infrastruktur AI berdaulat yang di-host di Indonesia, dioperasikan oleh PT Data Awan Nusantara di Jakarta. IONext menyediakan GPU as a Service, managed inference melalui API yang kompatibel dengan OpenAI, dan hosting model open-weight, bersertifikat ISO/IEC 27001:2022 oleh TÜV NORD.

    IONext adalah infrastruktur AI berdaulat yang di-host di Indonesia, dioperasikan oleh PT Data Awan Nusantara di Jakarta. IONext menyediakan GPU as a Service, managed inference melalui API yang kompatibel dengan OpenAI, dan hosting model open-weight, bersertifikat ISO/IEC 27001:2022 oleh TÜV NORD.

    Artikel terkait

    Lihat semua artikel